Berita

Suasana Idul Fitri masih kental terasa meskipun sudah hari ke-4 Lebaran pada hari Sabtu, 8 Juni 2019. Cuaca Kota Samarinda hari itu mendung, disiang hari gerimis sesekali mengguyur Kota Samarinda namun tidak menghalangi masyarakat untuk tetap bersilaturahmi dengan keluarga. Namun pada malam hari hujan mulai mengguyur Kota Samarinda hingga tengah malam dengan intensitas tinggi dan tetap tidak berhenti sampai Minggu, 9  Juni 2019 pukul 09.00 WITA sehingga mengakibatkan bencana banjir melanda Kota Samarinda.  

Data tinggi muka air (TMA) yang dilaporkan oleh Pengamat Hidrologi BWS Kalimantan III adalah data Bendungan Lempake atau lebih dikenal masyarakat Samarinda sebagai bendungan Benanga dengan posisi TMA di Elavasi 7,88 m. Keadaan tinggi muka air pada elevasi ini masih masuk dalam kategori normal karena pada 9 Juni 2019 pukul 09.00 WITA masih berada dibawah 8,50 m, penetapan kategori ini berdasarkan Dokumen RTD Bendungan Lempake yang di susun oleh BWS Kalimantan III. Namun elevasi ini dapat dikatakan cukup tinggi karena air tidak hanya melimpah di pelimpah utama namun juga di pelimpah 2 (dahulu di sebut pelimpah darurat). 

Hal ini mematahkan berita simpang siur yang beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa Bendungan Lempake jebol dan dibukanya pintu air di Bendungan Lempake sehingga menyebabkan banjir di Kota Samarinda. Keadaan sebenarnya di lapangan adalah bendungan benanga berada dalam status normal. Sampai dengan berita ini dilaporkan ketinggian muka air masih berada di elevasi yang sama 7,88. Dilaporkan pula status TMA di sungai-sungai yang ada di kawasan banjir yaitu status TMA Sungai Karang Mumus (pos Gunung Lingai) TMA 245 cm, status TMA sungai karang mumus di bagian hilir (pos KP3) TMA 275 cm dan status TMA sungai pampang atau di bagian hulu,TMA 330 cm. 

Data curah hujan pada pos hujan bandara dan data hujan sesaat pencatatan pukul 07.00 WITA pos curah hujan Unit Hidrologi dan Kualitas Air BWS Kalimantan III adalah Pos CH Temindung 55 mm, Pos CH Bandara Apt.Pranoto 75 mm, Pos CH Sei Siring 75 mm, Pos CH Tanah Merah 140 mm, Pos CH Lempake 73 mm, Pos CH Pampang 78,4 mm, Pos CH Karang Tunggal 157,9 mm pengamatan dilakukan dengan Durasi Hujan dari Pukul 02.40 WITA – 07.00 wita (4 jam 20 menit). 

Akibat dari curah hujan yang tinggi tersebut berdampak pada naiknya tinggi muka air pada beberapa daerah di Kota Samarinda antara lain Desa Muang Kecamatan Samarinda Utara TMA 75 cm, Perumahan Bengkuring Kecamatan Samarinda Utara TMA 100 cm, Jalan D.i Panjaitan TMA 90 cm, Jalan Mugirejo TMA 78 cm, Jalan Ruhui Rahayu TMA 50 cm, Jalan Batu Cermin TMA 110 cm, Desa Bayur, Kecamatan Samarinda Utara TMA 70 cm, Jalan Suryanata TMA 30 cm, Kebon Agung Lempake TMA 98 cm, Gunung Kapur, Kec. Samarinda Utara TMA 95 cm, Jalan Pramuka TMA 45 cm, jalan Daman Huri TMA 56 cm, Jalan AWS. Syahrani TMA 50 cm, Jalan Juanda TMA 30 cm, jalan Dr.Soetomo TMA 40 cm, Jalan Gerilya TMA 30 cm, Jalan Gunung Lingai TMA 75 cm dan Jalan M.T Haryono TMA 20 cm. Bencana banjir ini menyebabkan fasilitas umum lumpuh, diantaranya Rumah ibadah, Perkantoran Swasta dan Perkantoran Pemerintah, Puskesmas, Rumah Warga dan Sekolah. Balai Wilayah Sungai Kalimantan III melalui Satuan Tugas Pengamanan Bencana BWS Kalimantan III menyalurkan bantuan evakuasi bagi masyarakat yang terdampak banjir sampai 10 Juni 2019 bantuan  yang telah dikeluarkan oleh Satgas bencana adalah 4 unit perahu fiber,  1 buah perahu karet, 26 buah pelampung dan  1 unit dump truck operasional. 

Terkait banjir tersebut, di hari pertama masuk kerja setelah cuti lebaran, kepala Balai Wilayah sungai Kalimantan III langsung mengadakan rapat kerja bersama para KASI, Kasatker, PPK dan Ketua Unit guna menindaklanjuti bencana banjir yang terjadi. Dari rapat tersebut didapatkan keputusan BWS Kalimantan III akan melaporkan secara kontinyu terkait tinggi muka air dan curah hujan setiap harinya, memantau keberadaan Aset BWS Kalimantan III yang berada di lokasi banjir dan memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada para warga yang memerlukan evakuasi melalui Tim Satgas Bencana BWS Kalimantan III. Semoga banjir di Samarinda cepat surut.