Berita

Minggu, 26 Mei 2019, Tenaga Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia tiba di Kalimantan Timur untuk melakukan kajian lebih detail terkait Sumber Daya Air yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Kedatangan ini merupakan tindak lanjut dari kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Provinsi Kalimantan Timur untuk meninjau lokasi rencana Ibukota pada Selasa, 7 Mei 2019. Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bidang pengelolaan Sumber Daya Air di wilayah Kalimantan Timur mendapat mandat langsung dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan ekspose dan penyediaan data-data terkait kegiatan pengelolaan Sumber Daya Air yang menjadi wewenang BWS Kalimantan III guna mendukung kegiatan kajian yang akan dilakukan oleh para Tenaga Ahli tersebut. 

Setibanya Tenaga Ahli yang terdiri dari Mr.Kazuhito Otani, Mr. Satoshi Hasegawa, Mr. Taizo Hashiguchi dan Ibu Endah di BWS Kalimantan III, pada Minggu, 26 Mei 2019, Kepala BWS Kalimantan III, Pejabat Struktural dan Fungsional serta Tim Ahli BWS Kalimantan III menyambut dengan baik dan kemudian Kepala BAlai Wilayah Sungai Kalimantan III melakukan paparan terkait pengelolaan Sumber Daya Air yang menjadi wewenang BWS Kalimantan III diantaranya terkait kondisi sumber air baik sungai maupun air tanah, aset-aset yang telah terbangun di sepanjang sumber air, pelaksanaan pekerjaan yang sedang on progress, Rencana Pengembangan Sumber Daya Air kedapan serta kemungkinan terjadi banjir dan bencana alam lainnya yang berhubungan dengan Sumber Daya Air. Dalam diskusi ini di bicarakan pula rencana kunjungan lapangan ke bendungan, lokasi banjir dan penyediaan air baku pada wilayah wewenang BWS Kalimantan III di Kalimantan Timur. Pada Senin, 27 Mei 2019 dilakukan kunjungan lapangan ke wilayah dimaksud yakni Bendungan Teritip dan Bendali 1-4 di kota Balikpapan, Intake air baku Loa Janan, Intake Air Baku Loa Kulu dan Sumur Dalam Muara Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Intake Air Baku Kalhol di Kota Samarinda. Di jadwalkan kegiatan setelah kunjungan lapangan ini adalah Diskusi terkait hasil pengamatan di lapangan.