Berita

Data Hidrologi merupakan data yang menjadi dasar dari perencanaan kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di wilayah sungai. Data Hidrologi perlu dikelola ke dalam suatu system hidrologi nagar tersedia informasi SDA yang akurat, benar dan tepat waktu. Analisis hidrologi merupakan parameter yang dominan dan memerlukan penanganan yang sangat cermat.

Dalam analisis hidrologi untuk pengembangan sumber daya air membutuhkan data hidrologi yang terdiri dari data curah hujan, debit air, tinggi rendah permukaan air dan data klimatologi. Data ini sangat penting sebagai masukan dalam analisis hidrologi yang nantinya menjadi data siap pakai bagi suatu pengembangan, penelitian dan pengelolaan sumber daya air.

Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, melaksanakan pelatihan dan pembinaan mengenai Prosedur, Intruksi Kerja, Pencatatan dan Pelaporan data Hidrologi di dua Kota dengan pertama di Balikapapan  yang berlangsung di Hotel Grand Jatra pada tanggal 23 sampai 25 April 2018. Dan tanggal 26 sampai 27 April di Swisbell Hotel Kota Tarakan.

Kasi OP Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Arman Effendi mengatakan, “Kesalahan dalam pemantauan data dasar hidrologi dalam suatu daerah aliran sungai akan menghasilkan data siap pakai yang tidak benar dan mengakibatkan hasil perencanaan, penelitian, dan pengelolaan sumber daya air yang tidak efisien dan efektif atau dengan kata lain, bila data air yang masuk hasilnya akan sampah yang keluar,”ungkapnya.

Menurut Beliau, berbicara tentang penjaga pos, peranannya dalam menjaga dan proses pencatatan data hidrologi yang akurat adalah sangat vital. Sehingga keberadaannya hampir tidak dapat digantikan khususnya di Negara Indonesia, walaupun telah banyak diproduksi peralatan digital dan canggih. Dengan banyaknya kasus pengrusakan dan pencurian peralatan yang marak di berbagai daerah, tentunya akan merugikan semua dan kepentingan pengelolaan sumber daya air secara luas.

“Melalui pelatihan diharapkan penjaga pos dapat menjaga dan memelihara bangunan serta seluruh peralatan yang ada. Dengan melakukan pengecekan secara rutin, mengganti dan memasang kertas gratif untuk pos mekanik. Serta membaca dan mencatat data hidro Klimatologi, mencatat kejadian istimewa pada catalog serta melaksanakan perbaikan ringan dan darurat terhadap alat yang ada,” katanya.

Dijelaskan, dalam mewujudkan pengelolaan hidrologi yang professional, salah satu factor yang sangat mempengaruhi adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Karena satu-satunya sumber daya yang bersifat unit memiliki akal, perasaan, keinginan, karsa, kebutuhan, pengetahuan dan keterampilan dan lain-lainnya. Dengan pelatihan pengamat pos hidrologi agar tujuan untuk alih pengetahuan dan peningkatan pemahaman serta implementasi prosedur hidrologi, khususnya keterampilan dilapangan yang harus dimiliki.

Ditambahkan, kegiatan ini diharapkan 60 persen dari peserta sudah mengikuti pelatihan hidrologi tingkat pengamatan serta dasar pandangan. Bahwa sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas kesehariannya. Diharapkan dari setiap peserta dapat lebih mengerti tanggung jawabnya, serta menguasai tugasnya. Karena nara sumber berkompeten langsung dari Kementerian PU. (Sisda)