Berita

Balai Wilayah Sungai Kalimantan III melaksanakan kegiatan Dukungan Teknis RBO (RIVER BASIN ORGANISATION) dengan tema “River Basin Organisation Performance Bench Marking” pada Selasa, 13 Februari 2018. RBO (RIVER BASIN ORGANISATION) adalah sebuah organisasi pengelolaan wilayah sungai yang berada di negara-negara dalam benua Asia diantaranya Korea, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Jepang, Bangladesh, Malaysia dan Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan pengelola wilayah sungai / RBO sehingga lebih handal dalam melaksanakan pengelolaan sumber daya air yang terpadu di tingkat wilayah sungai. Terkait itu Balai Wilayah Sungai Kalimantan III melalui PPK TataLaksana selaku panitia pelaksana kegiatan bekerja sama dengan Sub Direktorat Kelembagaan Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat dalam pelaksanaannya sebagai narasumber.

RBO 2018 mengusung tema“River Basin Organisation Performance Bench Marking”. Di Tahun 2018 ini RBO harus dapat mengubah mind set dari orientasi pembangunan (proyek) menjadi pelayanan terhadap masyarakat.  Di Indonesia ujung tombak RBO adalah BBWS, BWS, BPSDA dan PJT selaku pihak yang akan langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Performance benchmarking sendiri merupakan suatu proses terencana dan sistematis untuk perbaikan serta peningkatan kinerja RBO secara terus menerus dan berkelanjutan. Penentuan performance benchmarking harus melibatkan semua pihak karena pada hakikatnya pengukuran kinerja RBO merupakan tanggung jawab bersama. Untuk mewujudkan  tujuan dari RBO diatas, maka diperlukan suatu alat untuk mengukur kinerja RBO.

Guna untuk mengukur kinerja dari badan pengelola sumber daya air maka dibuatlah sebuah tools yang disebut “RBO Performance Banch Marking” yang kemudian di singkat menjadi RBO-PB tools. RBO-PB tools diadop dari NARBO (Networking of Asian River Basin Organization), dalam pengukuran kinerja ini digunakan 5 Key Performance Area dan 14 dan 15 Indikator dan berbasis balance scorecard. Tujuan RBO-PB adalah membantu RBO untuk mengukur kinerja saat ini dan merencanakan target kinerja yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahan RBO.

Manfaat RBO-PB terlaksananya kegiatan pengelolaan SDA yag terpadu pada wilayah sungai yang menjadi kewenangan RBO.  Pelaksanaan RBO-PB diawali dengan penyusunan laporan Self Assessment/SA dengan keterlibatan seluruh pihak yang terkait dan diketahui oleh Kepala RBO. Peer Review oleh rekan sejawat dan penyusunan Action Plan yang dijadikan salah satu referensi dalam penyusunan program kegiatan di RBO. Review tahunan secara berlanjut untuk mengetahui peningkatan kinerja RBO. Tentunya untuk merealisasikan pelaksanaan RBO-PB di lingkungan RBO diperlukan keseriusan dan keterlibatan dari semua pihak (Perencanaan, Program, OP, Kepegawaian, dst) serta komitmen dari Pimpinan RBO, Kementerian PUPR cq Ditjen SDA terhadap pelaksanaan RBO-PB dengan memasukkan RBO Indeks dalam Renstra. (SISDA)