Berita

Wilayah sungai dijadikan sebagai basis wilayah pengelolaan sumber daya air yaitu  wilayah sungai Berau kelai di Kalimantan timur dan Wilayah Sungai Sesayap di Kalimantan Utara. Mengapa wilayah sungai dijadikan sebagai basis pengelolaan SDA ? hal ini dikarena oleh beberapa factor diantaranya :

  • Sifat alami air yg mengalir secara dinamis dari tempat-tempat tertentu ke tempat yg lebih rendah (bisa lintas wil. Kab/Kota, dan lintas Prop, bahkan lintas Negara).
  • Keterdapatan air mengikuti siklus hidrologi; ada DAS/DPS yg secara alami kaya air dan ada pula DAS yg selalu kekurangan air.
  • Air adalah karunia Tuhan, dan menjadi sumber kehidupan; karenanya setiap orang berhak mendapatkan air untuk kelangsungan hidupnya.
  • Mencegah timbulnya konflik; sekaligus menempatkan air sebagai unsur pemersatu antar wilayah.
  • Prinsip efisiensi dan efektivitas pengelolaan.

 

BWS KALIMANTAN III sebagai lembaga yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya air Wilayah Sungai Sesayap dan Wilayah Sungai Berau Kelai membentuk sebuah Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air yang disingkat dengan TKPSDA. Pembentukan TKPSDA adalah sebuah tim yang bertugas menyusun dan merumuskan kebijakan dan strategi PSDA. Beranggotakan unsur pemerintah dan non pemerintah dalam jumlah yg seimbang atas dasar prinsip keterwakilan. TKPSDA dapat dibentuk di tingkat Nasional, dan tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan atau WS sesuai kebutuhan wilayah ybs. TKPSDA sebagai  wadah koordinasi bersifat konsultatif dan koordinatif. Wadah koordinasi perlu dibentuk karena PSDA memerlukan keterpaduan tindak untuk menjaga kelangsungan fungsi dan manfaat air dan sumber air guna kepentingan lintas sektor, lintas wilayah administrasi, dan pengguna air. TKPSDA juga bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik; sekaligus menempatkan air sebagai unsur pemersatu antar wilayah.