Sukseskan Asian Games 2018 Jakarta - Palembang Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 BWS KALIMANTAN III Description slide 4

  

 

Data Hidrologi merupakan data yang menjadi dasar dari perencanaan kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di wilayah sungai. Data Hidrologi perlu dikelola ke dalam suatu system hidrologi nagar tersedia informasi SDA yang akurat, benar dan tepat waktu. Analisis hidrologi merupakan parameter yang dominan dan memerlukan penanganan yang sangat cermat.

 

Dalam analisis hidrologi untuk pengembangan sumber daya air membutuhkan data hidrologi yang terdiri dari data curah hujan, debit air, tinggi rendah permukaan air dan data klimatologi. Data ini sangat penting sebagai masukan dalam analisis hidrologi yang nantinya menjadi data siap pakai bagi suatu pengembangan, penelitian dan pengelolaan sumber daya air.

 

Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, melaksanakan pelatihan dan pembinaan mengenai Prosedur, Intruksi Kerja, Pencatatan dan Pelaporan data Hidrologi di dua Kota dengan pertama di Balikapapan  yang berlangsung di Hotel Grand Jatra pada tanggal 23 sampai 25 April 2018. Dan tanggal 26 sampai 27 April di Swisbell Hotel Kota Tarakan.

 

Kasi OP Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Arman Effendi mengatakan, “Kesalahan dalam pemantauan data dasar hidrologi dalam suatu daerah aliran sungai akan menghasilkan data siap pakai yang tidak benar dan mengakibatkan hasil perencanaan, penelitian, dan pengelolaan sumber daya air yang tidak efisien dan efektif atau dengan kata lain, bila data air yang masuk hasilnya akan sampah yang keluar,”ungkapnya.

 

Menurut Beliau, berbicara tentang penjaga pos, peranannya dalam menjaga dan proses pencatatan data hidrologi yang akurat adalah sangat vital. Sehingga keberadaannya hampir tidak dapat digantikan khususnya di Negara Indonesia, walaupun telah banyak diproduksi peralatan digital dan canggih. Dengan banyaknya kasus pengrusakan dan pencurian peralatan yang marak di berbagai daerah, tentunya akan merugikan semua dan kepentingan pengelolaan sumber daya air secara luas.

 

“Melalui pelatihan diharapkan penjaga pos dapat menjaga dan memelihara bangunan serta seluruh peralatan yang ada. Dengan melakukan pengecekan secara rutin, mengganti dan memasang kertas gratif untuk pos mekanik. Serta membaca dan mencatat data hidro Klimatologi, mencatat kejadian istimewa pada catalog serta melaksanakan perbaikan ringan dan darurat terhadap alat yang ada,” katanya.

 

Dijelaskan, dalam mewujudkan pengelolaan hidrologi yang professional, salah satu factor yang sangat mempengaruhi adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Karena satu-satunya sumber daya yang bersifat unit memiliki akal, perasaan, keinginan, karsa, kebutuhan, pengetahuan dan keterampilan dan lain-lainnya. Dengan pelatihan pengamat pos hidrologi agar tujuan untuk alih pengetahuan dan peningkatan pemahaman serta implementasi prosedur hidrologi, khususnya keterampilan dilapangan yang harus dimiliki.

 

Ditambahkan, kegiatan ini diharapkan 60 persen dari peserta sudah mengikuti pelatihan hidrologi tingkat pengamatan serta dasar pandangan. Bahwa sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas kesehariannya. Diharapkan dari setiap peserta dapat lebih mengerti tanggung jawabnya, serta menguasai tugasnya. Karena nara sumber berkompeten langsung dari Kementerian PU. (Sisda)

 

KEGIATAN SUSUR SUNGAI KARANG MUMUS

 

 

Komunitas peduli sungai di Samarinda, Kaltim, melalui Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) dalam kaitan memperingati Hari Air Sedunia pada 22 Maret 2018, mengingatkan bahwa air tercipta bukan hanya untuk manusia, namun semua makhluk hidup selalu membutuhkan air. 

Tumbuhan dan binatang juga makhluk hidup sehingga mereka juga butuh air, bahkan tidak sedikit habitan yang hidup di lingkungan air umum.

 

LOMBA PUNGUT SAMPAH DAN SEDIMEN DRAINASE

                                                                             

Lomba pungut sampah dan sedimen drainase yang berlangsung di Kelurahan Pasundan, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda pada 25 Maret 2018 dihadiri  Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Anang Muchlis. Beliau bahkan kagum dengan penataan jalannya, dimana hampir semua jalan utama sudah di beton semen.

 Dalam kesempatan ini, banyak antusias dari organisasi yang peduli dengan lingkungan mengikuti lomba ini dalam rangka memeriahkan kegiatan serta memberi contoh kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gotong royong dalam kehidupan bersosialisasi dan bermasyarakat.

 

AKSI TANAM POHON DI SEKOLAH SUNGAI KARANG MUMUS

                  

Dalam rangkaian Hari Air Dunia (HAD) XXVI tahun 2018, Sabtu (31/3), dilakukan aksi tanam pohon dan bersih bersih di jalur hijau Sungi Karang Mumus yang terpusat di Sekolah Sungai Karang Mumus (Sesukamu) di Muang Ilir, Lempake Samarinda Utara.

 

KEGIATAN WORKSHOP PEDULI SUNGAI KARANG MUMUS BESAR DAN KARANG MUMUS KECIL 

                                   

 

 

 

 

 

 

Balai Wilayah Sungai Kalimantan III melaksanakan kegiatan Dukungan Teknis RBO (RIVER BASIN ORGANISATION) dengan tema “River Basin Organisation Performance Bench Marking” pada Selasa, 13 Februari 2018. RBO (RIVER BASIN ORGANISATION) adalah sebuah organisasi pengelolaan wilayah sungai yang berada di negara-negara dalam benua Asia diantaranya Korea, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Jepang, Bangladesh, Malaysia dan Indonesia.

 

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan pengelola wilayah sungai / RBO sehingga lebih handal dalam melaksanakan pengelolaan sumber daya air yang terpadu di tingkat wilayah sungai. Terkait itu Balai Wilayah Sungai Kalimantan III melalui PPK TataLaksana selaku panitia pelaksana kegiatan bekerja sama dengan Sub Direktorat Kelembagaan Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat dalam pelaksanaannya sebagai narasumber.

 

RBO 2018 mengusung tema“River Basin Organisation Performance Bench Marking”. Di Tahun 2018 ini RBO harus dapat mengubah mind set dari orientasi pembangunan (proyek) menjadi pelayanan terhadap masyarakat.  Di Indonesia ujung tombak RBO adalah BBWS, BWS, BPSDA dan PJT selaku pihak yang akan langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Performance benchmarking sendiri merupakan suatu proses terencana dan sistematis untuk perbaikan serta peningkatan kinerja RBO secara terus menerus dan berkelanjutan. Penentuan performance benchmarking harus melibatkan semua pihak karena pada hakikatnya pengukuran kinerja RBO merupakan tanggung jawab bersama. Untuk mewujudkan  tujuan dari RBO diatas, maka diperlukan suatu alat untuk mengukur kinerja RBO. 

 

Guna untuk mengukur kinerja dari badan pengelola sumber daya air maka dibuatlah sebuah tools yang disebut “RBO Performance Banch Marking” yang kemudian di singkat menjadi RBO-PB tools. RBO-PB tools diadop dari NARBO (Networking of Asian River Basin Organization), dalam pengukuran kinerja ini digunakan 5 Key Performance Area dan 14 dan 15 Indikator dan berbasis balance scorecardTujuan RBO-PB adalah membantu RBO untuk mengukur kinerja saat ini dan merencanakan target kinerja yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahan RBO.

 

Manfaat RBO-PB terlaksananya kegiatan pengelolaan SDA yag terpadu pada wilayah sungai yang menjadi kewenangan RBO.  Pelaksanaan RBO-PB diawali dengan penyusunan laporan Self Assessment/SA dengan keterlibatan seluruh pihak yang terkait dan diketahui oleh Kepala RBO. Peer Review oleh rekan sejawat dan penyusunan Action Plan yang dijadikan salah satu referensi dalam penyusunan program kegiatan di RBO. Review tahunan secara berlanjut untuk mengetahui peningkatan kinerja RBO. Tentunya untuk merealisasikan pelaksanaan RBO-PB di lingkungan RBO diperlukan keseriusan dan keterlibatan dari semua pihak (Perencanaan, Program, OP, Kepegawaian, dst) serta komitmen dari Pimpinan RBO, Kementerian PUPR cq Ditjen SDA terhadap pelaksanaan RBO-PB dengan memasukkan RBO Indeks dalam Renstra. (SISDA)

 

Sektor pertanian mempunyai peran yang sangat strategis dalam perekonomian nasional. Kegiatan pertanian tidak dapat lepas dari ketersediaan air. Oleh sebab itu irigasi sebagai salah satu komponen pendukung keberhasilan pembangunan di bidang pertanian mempunyai peran yang sangat penting bagi terwujudnya ketahanan pangan nasional. Keberlanjutan sistem irigasi sangat tergantung pada beberapa hal, salah satunya adalah kehandalan petani sebagai individu maupun kelompok.

 

Pemberdayaan perkumpulan petani pemakai air selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. Proses pemberdayaan merupakan upaya membantu masyarakat dalam mengembangkan kemapuannya sendirii sehingga bebas dan mampu untuk mengatasi masalah dan mengambil keputusan secara mandiri. Proses tersebut dilakukan dengan memberikan kewenangan (power) aksebilitas terhadap sumber daya dan lingkungan yang akomodatif. Pendekatan pemberdayaan masayarakat diwujudkan dalam pembanguinan dan pengelolaan irigasi secara partisipatif yang sesuai dengan kebutuhan atau perkembangan agar dapat dipakai untuk mengantisipasi timbulnya perubahan-perubahan masyarakat pemakai air beserta lingkungannya.

 

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi, disebutkan bahwa kelembagaan pengelolaan irigasi yang menjadi wadah petani pemakai air dalam suatu daerah pelayanan irigasi yang dibentuk oleh petani pemakai air atau pemberdayaan P3A dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Sedangkan Pemerintah dan pemerintah provinsi dapat memberiakan bantuan teknis kepada pemerintah kabupaten/kota.

 

Tata Guna Air merupakan usaha dan kegiatan untuk memanfaatkan air bagi kepentingan produksi dimana proses sejak dari pengambilan air dari pintu tersier, penyaluran dan pembagian. Saluran tersier mendapatkan air dari saluran sekunder, saluran sekunder dari saluran primer yg menerima air dari bangunan penangkap air dan jika ditinjau proses pengaturan air tidak bisa dipisahkan dengan proses pengelolaan air pada tingkat jaringan utama.

 

PTGA merupakan proyek yang dibentuk pada Tahun 1983. Tujuan dibentuknya PTGA untuk meningkatkan tata kelola air di jaringan irigasi dalam satu kesatuan system jaringan utama sampai dengan jaringan tersier secara nasional. PTGA menempatkan P3A sebagai mitra pemerintah dan setara sebagai pelaku utama dalam pengelolaan irigasi. Kegiatan PTGA berupa pembinaan dan bimtek secara berjenjang, dan berkesinambungan dengan Pemerintah dan PEMDA sebagai pengelola jaringan utama.

 

agar semua pihak memahami bahwa pengelolaan irigasi merupakan satu kesatuan sistem dari jaringan utama sampai ke jaringan tersier yang didukung oleh P3A guna mewujudkan tata kelola jaringan irigasi yang handal dan berkelanjutan serta sebagai gambaran kepada semua pihak yang terkait dalam pengelolaan irigasi khususnya di tingkat tersier/P3A, Pembina P3A/tersier di berbagai jenjang tingkat agar pendekatannya sama.

 

Pengelolaan irigasi akan lebih efektif apabila dilaksanakan secar amenyeluruh sebagai satu kesatuan system mulai dari pembangunan utam, jaringan primer, jaringan sekunder sampai petak tersier, sehingga diperlukan satu pengelola dalam satu sistem irigasi. Kemeterian PUPR ditugaskan untuk melakukan pendataan dan penilaian kinerja sistem irigasi secara utuh sehingga dibuatlah prinsip Single Management dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi.

 

Single Management sendiri merupakan pengembangan dan pengelolaan system irigasi terintregasi dari hulu ke hilir secara satu kesatuan. Opsi dalam penyususnan konsep irigasi berdasarkan permasalah regulasi antara lain pengembangan dan pengelolaan irigasi dilakukan secara holistik oleh Kementerian PUPR dalam satu kesatuan manajemen irigasi dari hulu ke hilir sesuaib dengan arahan Presiden.

 

Dengan pendekatan Single Management diharapkan pembinaan tersier dan P3A kembali ke Kementerian PUPR. Ditjen SDA maupun instansi terkait di Provinsi dan Kabupaten/Kota yangt membidangi irigasi menyambut baik dan pendekatan PTGA yang telah diakui oleh P3A dan Pemda dapat dihidupkan lagi. BBWS/BWS dan pengelola irigasi tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu membentuk unit PTGA di wilayah kerjanya. (sisda)

 

Pada hari Kamis Tanggal 26 Agustus 2018 Komisi III DPRD Kalimantan Timur mengadakan Kunjungan Lapangan Ke Bendungan Manggar untuk melakukan Peninjauan Sumber Air Baku untuk Air Bersih di Kota Balikpapan. Bendungan Manggar Merupakan Pemasok Air Baku untuk Kota Balikpapan kurang lebih 50%, selain Bendungan Manggar Balikpapan juga memiliki Bendungan Teritip sebagai Pemasok Air Baku.

Kunjungan ini di Dampingi oleh BWS KALIMANTAN III selaku pihak yang Bertanggung Jawab Terhadap Pembangunan,Operasional dan Pemeliharaan Bendungan Manggar. Kepala BWS KALIMANTAN III Ir.Anang Muchlis, Sp. PSDA yang di Dampingi oleh PDAM Kota Balikpapan memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur Terkait Operasional Bendungan Manggar serta Program Kegiatan yang akan dilaksanakan di Bendungan Manggar. Menanggapi Penjelasan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur menyatakan Dukungannya dan akan Mengawal Pelaksanaan Program Selanjutnya di Bendungan Manggar sesuai dengan Peraturan-Peraturan Daerah yang Berlaku. (SISDA)

 

Video Dokumentasi Kegiatan BWS Kalimantan III

Written on 14/08/2018, 08:27 by admin2
pembinaan-teknis-staff-penjaga-pos-stasiun-hidrologi-2018     Data Hidrologi merupakan data yang menjadi dasar dari perencanaan kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di wilayah sungai. Data Hidrologi...
Written on 10/08/2018, 07:41 by admin2
rangkaian-acara-peringatan-hari-air-dunia-2018-bws-kalimantan-iii  KEGIATAN SUSUR SUNGAI KARANG MUMUS     Komunitas peduli sungai di Samarinda, Kaltim, melalui Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus...
Written on 10/08/2018, 06:56 by admin2
sosialisasi-tingkat-balai-program-p3tgai-wilayah-samarinda-kutai-kertanegara Sektor pertanian mempunyai peran yang sangat strategis dalam perekonomian nasional. Kegiatan pertanian tidak dapat lepas dari ketersediaan air. Oleh...
Written on 10/08/2018, 06:24 by admin2
dukungan-teknis-kegiatan-rbo-river-basin-organization-2018   Balai Wilayah Sungai Kalimantan III melaksanakan kegiatan Dukungan Teknis RBO (RIVER BASIN ORGANISATION) dengan tema “River Basin Organisation...
Written on 09/08/2018, 06:51 by admin2
kunjungan-kerja-anggota-komisi-iii-dprd-prov-kaltim Pada hari Kamis Tanggal 26 Agustus 2018 Komisi III DPRD Kalimantan Timur mengadakan Kunjungan Lapangan Ke Bendungan Manggar untuk melakukan Peninjauan...
Written on 22/09/2017, 08:43 by admin2
lomba-operasi-dan-pemeliharaan-tingkat-nasional   Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan...

KEGIATAN PEDULI SUNGAI

FeaturedUpdated
Written on 16/08/2017, 04:16 by admin2
kegiatan-peduli-sungai Tenggarong - Dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia Ke 72, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, pemerintah Kabupaten Kutai...
Written on 02/08/2017, 05:22 by admin2
impounding-pengisian-awal-bendungan-teritip-kota-balikpapan Balikpapan, Penekanan tombol disertai terdengarnya bunyi sirene, penanda Bendungan Teritip Kota Balikpapan telah siap dilakukan impounding...
Written on 20/04/2017, 09:20 by h_h
mengapa-karang-mumus-banjir-meluap   MENGAPA KARANG MUMUS BANJIR MELUAP?    oleh : Agus Ferdinand‎ MARI LUANGKAN WAKTU SEJENAK SAJA MELIHAT PETA INI,,, Ini adalah Peta...

BANJIR KABUPATEN KUKAR

FeaturedUpdated
Written on 17/04/2017, 02:10 by admin2
banjir-kabupaten-kukar Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) - Hujan yang melanda Kukar selama delapan hari berturut-turut dengan intensitas tinggi menyebabkan dimensi...
Written on 07/04/2017, 08:49 by admin2
pemenang-lomba-hari-air   - Lomba Potografi Juara I NAMA : MUHAMMAD HAIDIR ZULSI ALAMAT : JLN. M. SAID GG.7 SAMARINDAJUDUL : "PUNGUT SAMPAH BERSIH SUNGAIKU"   Juara...
Written on 07/04/2017, 08:29 by admin2
pintu-air-bendungan-benanga-tidak-dibuka Samarinda - Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Samarinda cukup meresahkan warga Kota Samarinda, terlebih bagi warga di beberapa lokasi...
Written on 21/03/2017, 06:37 by admin2
peringati-had-xxv-500-karung-sampah-berhasil-diangkut                         Samarinda – Minggu (19/3) salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Air Dunia (world water day) ke XXV Tahun...
Written on 09/02/2017, 00:40 by admin2
bws-kalimantan-iii-danau-cascade-mahakam-akan-digarap-serius Samarinda – Danau Cascade Mahakam merupakan beberapa danau yang berada di aliran Sungai Mahakam, Prov. Kalimantan Timur.  Danau-danau tersebut...
Written on 23/01/2017, 00:12 by admin2
bws-kalimantan-iii-teken-kontrak-93-paket-pekerjaan-ta-2017Samarinda - Balai Wilayah Sungai Kalimantan III melaksanakan pendatanganan kontrak serentak 93(Sembilan puluhtiga) paket kegiatan TA. 2017 yang merupakan...
Written on 09/02/2016, 04:07 by admin2
iso-9001-2008-pada-unit-sisda-balai-wilayah-sungai-kalimantan-iiiUnit SISDA merupakan suatu unit dalam suatu BBWS/BWS yang memfasilitasi segala informasi terkait Sumber Daya Air yang merupakan wewenang kerja dari suatu...

BWS KALIMANTAN III

JL.Tengkawang No.05 Lantai II Gedung A
Bidang Sumber Daya Air - Dinas PU
Provinsi Kalimantan Timur

Telp/Fax : (0541) 276242 - 276242
Email      : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 
               This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Situs      : www.bwskalimantan3.com

LOGIN SITUS

PENCARIAN

SITUS TERKAIT

Kementerian Pekerjaan UmumKementerian PertanianKementerian Energi dan Sumber Daya MineralBadan Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaDewan Sumber Daya Air NasionalKementerian Lingkungan HidupBadan Pusat StatistikBadan Perencanaan Pembangunan NasionalBadan Koordinasi Survey dan Pemetaan NasionalBadan Nasional Penanggulangan BencanaKomite Nasional Indonesia untuk Bendungan BesarKemiteraan Air Indonesia

SITUS WARTA

- Detik -Kompas -Liputan6 -MetroNews

SOCIAL NETWORK

-Facebook -Twitter -Friendster

WEBMAIL

-Yahoo -Gmail -Live